Kamis, 21 April 2011

SEJARAH & PROFIL MANCHESTER UNITED

Nama Lengkap: Manchester
United Football Club
Tahun Berdiri: 1878
Julukan:
The Red Devils, United
Liga:
Liga Inggris
Alamat:
Sir Matt Busby Way,Old Trafford,
Manchester M16 0RA
Situs Resmi:
http://www.manutd.com
Staff
Pemilik:
Malcolm Glazer
Chairman:
Joel Glazer
Manager:
Alex Ferguson
Kandang
Stadion:
Old Trafford
Kapasitas:
76.212 penonton
Kota:
Manchester
Profil Deskripsi
Sejarah Klub:
Periode awal (1878-1945)
Klub ini dibentuk pada tahun
1878 dengan nama Newton
Heath Lancashire and Yorkshire
Railway Football Club (Newton
Heath LYR F.C.) oleh para pekerja
rel kereta api di Newton Heath.
Mereka bermain di sebuah
lapangan kecil di North Road,
dekat stasiun kereta api Piccadilly
Manchester selama lima belas
tahun, sebelum pindah ke Bank
Street di kota dekat Clayton pada
1893. Tim sudah menjadi
anggota Football League setahun
sebelumnya dan mulai
memutuskan hubungannya
dengan stasiun kereta api, untuk
menjadi sebuah perusahaan
mandiri, mengangkat seorang
sekretaris dan membuang nama
belakang "LYR" sehingga menjadi
Newton Heath F.C saja.
Namun pada tahun 1902, tim
nyaris bangkrut, dengan utang
lebih dari £2500 dan bahkan
lapangan Bank Street mereka
pun telah ditutup. Hanya
beberapa saat sebelum klub
diputuskan untuk dibubarkan,
klub tiba-tiba mendapatkan
suntikan dana dari J.H. Davies,
direktur sebuah perusahaan bir
Manchester Breweries. Ceritanya
adalah sang kapten tim, Harry
Stafford, memamerkan anjingnya
pada acara pengumpulan dana
untuk klub. Anjing berjenis St.
Bernard itu ditaksir oleh Davies
dan ia ingin membelinya.
Tawaran itu ditolak Stafford dan
sebagai gantinya ia menawarkan
Davies untuk menginvestasikan
uangnya pada klub sepakbolanya
sekaligus menjadi chairman
Newton Heath FC.
Tawaran itu diterima dan
selamatlah Newton Heath dari
kebangkrutan. Setelah itu
diadakanlah sebuah rapat untuk
mengganti nama klub untuk
menandai awal kebangkitan
klub. Nama ‘Manchester Central’
dan ‘Manchester Celtic’ mencuat
untuk menjadi kandidat kuat
nama baru sebelum Louis Rocca,
seorang anak muda imigran
Italia, berkata “Bapak-bapak,
mengapa tidak kita pakai nama
Manchester United ?” Nama yang
diusulkan Rocca disetujui dan
secara resmi mulai dipakai pada
26 April 1902. Davies sang
chairman baru, juga
memutuskan untuk mengganti
warna tim dari hijau keemasan
menjadi merah-putih sebagai
warna Manchester United.
Mereka kemudian berpromosi ke
Divisi Satu setelah finis diurutan
dua Divisi Dua musim 1905–06.
Musim pertama mereka di Divisi
Satu berakhir kurang baik,
mereka menempati urutan 8
klasmen. Akhirnya mereka
memenangkan gelar liga
pertamanya pada tahun 1908.
Manchester City sedang diselidiki
karena menggaji pemain diatas
regulasi yang ditetapkan FA.
Mereka didenda £250 dan
delapan belas pemain mereka
dihukum tidak boleh bermain
untuk mereka lagi. United
dengan cepat mengambil
kesempatan dari situasi ini,
merekrut Billy Meredith dan
Sandy Turnbull, dan lainnya.
Pemain baru ini tidak boleh
bermain dahulu sebelum tahun
Baru 1907, akibat dari skors dari
FA. Mereka mulai bermain pada
musim 1907–08 dan United
membidik gelar juara saat itu.
Kemenangan 2–1 atas Sheffield
United memulai kemenangan
beruntun sepuluh kali United.
Namun pada akhirnya, mereka
menutup musim itu dengan
keunggulan 9 poin dari rival
mereka, Aston Villa.
Klub membutuhkan waktu dua
tahun untuk membawa trofi lagi,
mereka memenangkan trofi Liga
Divisi Satu untuk kedua kalinya
pada musim 1910–11. United
pindah ke lapangan barunya Old
Trafford. Mereka memainkan
pertandingan pertamanya di Old
Trafford pada tanggal 19
Februari 1910 melawan
Liverpool, tetapi mereka kalah
4-3. Mereka tidak mendapat trofi
lagi pada musim 1911–12,
mereka tidak didukung oleh
Mangnall lagi karena dia pindah
ke Manchester City setelah 10
tahunnya bersama United.
Setelah itu, mereka 41 tahun
bermain tanpa memenangkan
satu trofi pun.
United kembali terdegradasi
pada tahun 1922 setelah sepuluh
tahun bermain di Divisi Satu.
Mereka naik divisi lagi tahun
1925, tetapi kesulitan untuk
masuk jajaran papan atas liga
Divisi Satu dan mereka turun
divisi lagi pada tahun 1931.
United meraih mencapaian
terendah sepanjang sejarahnya
yaitu posisi 20 klasemen Divisi
Dua 1934. kekuatan mereka
kembali ketika musim 1938–39.
Era Busby (1945–1969)
Pada tahun 1945, Matt Busby
ditunjuk menjadi manager dari
tim yang berbasis di Old Trafford
ini. Dia meminta sesuatu yang
tidak lazim pada jaman itu dalam
tugasnya sebagai pelatih seperti
kekuasaan untuk menunjuk tim,
memilih pemain yang akan
direkrut dan menentukan jadwal
latihan para pemain sendiri.
Busby sebetulnya telah
kehilangan lowongan manager
di klub lain, Liverpool F.C., karena
kekuasaan yang diinginkannya
itu dirasa petinggi Liverpool
sudah termasuk dalam otoritas
tugas seorang direktur, tetapi
ternyata United memberikannya
kesempatan untuk ide
inovatifnya. Pertama, Busby tidak
merekrut pemain, melainkan
seorang asisten manager yang
bernama Jimmy Murphy.
Keputusan penunjukan Busby
sebagai manager merupakan
keputusan yang sangat tepat,
Busby membayar kepercayaan
pengurus dengan mengantar
United ke posisi kedua liga pada
tahun 1947, 1948 and 1949 dan
memenangkan Piala FA tahun
1948. Stan Pearson, Jack Rowley,
Allenby Chilton, dan Charlie Mitten
memiliki andil yang besar dalam
pencapaian United ini.
Charlie Mitten kemudian pergi ke
Colombia untuk mencari bayaran
yang lebih baik, ia terbujuk oleh
seorang pengusaha Colombia
kaya-raya untuk memperkuat
klub Independiente Santa Fe di
Bogota. Tetapi kemampuan
pemain senior United lainnya
tidak menurun dan mereka
kembali meraih gelar Divisi Satu
pada 1952. Busby tahu, bahwa
tim sepak bola tidak hanya
melulu mangandakan
pengalaman pemainnya, maka,
dia juga berpikir untuk mulai
memasukkan beberapa pemain
muda. Awalnya, pemain muda
seperti Roger Byrne, Bill Foulkes,
Mark Jones dan Dennis Viollet,
masih membutuhkan waktu
untuk menunjukkan permainan
terbaik mereka, akibatnya United
tergelincir ke posisi 8 pada 1953,
tetapi tim kembali memenangkan
liga tahun 1956 dengan tim yang
rata-rata pemainnya hanya
berusia 22 tahun, mencetak 103
gol !
Kebijakan filosofi tim dengan
pemain muda ini
mengantarkannya menjadi salah
satu manager yang paling sukses
dalam menangani Manchester
United (pertengahan 1950-an,
pertengahan akhir 1960-an dan
1990-an). Busby mempunyai
pemain bertalenta tinggi yang
bernama Duncan Edwards.
Pemuda asal Dudley, West
Midlands memainkan debutnya
pada umur 16 tahun di 1953.
Edwards dikatakan dapat
bermain disegala posisi dan
banyak yang melihatnya bermain
mengatakan bahwa dia adalah
pemain terbaik. Musim
berikutnya, 1956–57, mereka
menang liga kembali dan
mencapai final Piala FA, kalah dari
Aston Villa. Mereka menjadi tim
Inggris pertama yang ikut serta
dalam kompetisi Piala Champions
Eropa, atas kebijakan FA. Musim
sebelumnya, FA membatalkan
hak Chelsea untuk tampil di Piala
Champions. United dapat
mencapai babak semi-final tetapi
kemudian dikandaskan Real
Madrid. Namun dalam
perjalanannya ke semi-final,
United juga mencatat
kemenangan yang tetap
menunjukkan bahwa mereka
bukanlah tim semenjana dengan
mengalahkan tim juara Belgia
Anderlecht 10–0 di Maine Road.
Tragedi Munich
Tragedi terjadi pada musim
berikutnya, ketika pesawat yang
membawa tim pulang dari
pertandingan Piala Champions
Eropa mengalami kecelakaan
saat mendarat di Munich, Jerman,
untuk mengisi bahan bakar.
Tragedi Munich tanggal 6
Februari 1958 itu merenggut
nyawa 8 pemain tim - Geoff Bent,
Roger Byrne, Eddie Colman,
Duncan Edwards, Mark Jones,
David Pegg, Tommy Taylor dan
Liam "Billy" Whelan - dan 15
penumpang lainnya, termasuk
beberapa staf United, Walter
Crickmer, Bert Whalley dan Tom
Curry. Terjadi 2 kali pendaratan
sebelum yang ketiga terjadi
kesalahan fatal, yang disebabkan
tidak stabilnya kecepatan
pesawat karena adanya lumpur.
Penjaga gawang United Harry
Gregg mempertahankan
kesadaran saat kecelakaan itu
dan dibawah ketakutan pesawat
akan meledak, menyelamatkan
Bobby Charlton and Dennis Viollet
dengan mengencangkan sabuk
pengamannya. Tujuh pemain
United menginggal dunia di
tempat sedangkan Duncan
Edwards tewas ketika perjalanan
menuju rumah sakit. Sayap
kanan Johnny Berry juga selamat
dari kecelakaan itu, tetapi cedera
membuat karir sepak bolanya
berakhir cepat. Dokter Munich
mengatakan bahwa Matt Busby
tidak memiliki banyak harapan,
namun ia pulih dengan ajaibnya
dan akhirnya keluar dari rumah
sakit setelah dua bulan dirawat
di rumah sakit.
Ada rumor bahwa tim akan
mengundurkan diri dari
kompetisi, namun ketika Jimmy
Murphy mengambil alih posisi
manager ketika Busby dirawat di
rumah sakit, klub melanjutkan
kompetisinya. Meskipun
kehilangan banyak pemain,
mereka bisa mencapai final Piala
FA 1958, dimana mereka kalah
dari Bolton Wanderers. Akhir
musim, UEFA menawarkan FA
untuk dapat mengirimkan United
dan juara liga Wolverhampton
Wanderers untuk berpartisipasi
di Piala Champions untuk
penghargaan kepada para
korban kecelakaan, namun FA
menolak. United menekan Wolves
pada musim berikutnya dan
menyelesaikan liga di posisi
kedua klasemen; tidak buruk
untuk sebuah tim yang
kehilangan sembilan pemain
akibat Tragedi Munich.
Busby membangun kembali tim
di awal dekade 60-an, membeli
pemain seperti Denis Law dan
Pat Crerand. Mungkin orang yang
paling terkenal dari sejumlah
pemain muda ini adalah pemuda
Belfast yang bernama George
Best. Best memiliki sisi skill teknis
dan keatletisan yang luar biasa.
Tim memenangkan Piala FA
tahun 1963, walaupun hanya
finis diurutan 19 Divisi Satu.
Keberhasilan di Piala FA membuat
pemain menjadi termotivasi dan
membuat klub terangkat pada
posisi kedua liga tahun 1964,
dan memenangkan liga tahun
1965 dan 1967. United
memenangkan Piala Champions
Eropa 1968, mengalahkan tim
asuhan Eusébio SL Benfica 4–1
dipertandingan final, menjadi tim
Inggis pertama yang
memenagkan kompetisi ini. Tim
United saat itu memiliki Pemain
Terbaik Eropa, yaitu: Bobby
Charlton, Denis Law and George
Best. Matt Busby mengundurkan
diri pada tahun 1969 dan
digantikan oleh pelatih tim
cadangan, Wilf McGuinness.
Masa sulit (1969–1986)
United mengalami masa-masa
sulit ketika ditangani Wilf
McGuinness, selesai diurutan
delapan liga pada musim 1969–
70. Kemudian dia mengawali
musim 1970–71 dengan buruk,
sehingga McGuinness kembali
turun jabatan menjadi pelatih tim
cadangan. Busby kembali melatih
United, walaupun hanya 6 bulan.
Dibawah asuhan Busby, United
mendapat hasil yang lebih baik,
namun pada akhirnya ia
meninggalkan klub pada tahun
1971. Dalam waktu itu, United
kehilangan beberapa pemain
kuncinya seperti Nobby Stiles dan
Pat Crerand.
Manager Celtic yang berhasil
membawa Piala Champions ke
Glasgow, Jock Stein, ditunjuk
untuk mengisi posisi manager -
Stein telah menyetujui kontrak
secara verbal dengan United,
tetapi membatalkannya — . Frank
O'Farrell ditunjuk sebagai
suksesor Busby. Seperti
McGuinness, O'Farrell tidak
bertahan lebih dari 18 bulan,
bedanya hanya O'Farrell bereaksi
untuk menanggulangi
penampilan buruk dari United
dengan membawa muka baru ke
dalam klub, yang paling nyata
adalah direkrutnya Martin
Buchan dari Aberdeen seharga
£125,000. Tommy Docherty
menjadi manager diakhir 1972.
Docherty, atau "Doc",
menyelamatkan United dari
degradasi namun United
terdegradasi pada 1974, yang
saat itu trio Best, Law and
Charlton telah meninggalkan
klub. Denis Law pindah ke
Manchester City pada musim
panas tahun 1973. Pemain
seperti Lou Macari, Stewart
Houston dan Brian Greenhoff
direkrut untuk menggantikan
Best, Law and Charlton, namun
tidak menghasilkan apa-apa.
Tim meraih promosi pada tahun
pertamanya di Divisi Dua, dengan
peran besar pemain muda
berbakat Steve Coppell yang
bermain baik pada musim
pertamanya bersama United,
bergabung dari Tranmere
Rovers. United mencapai Final
Piala FA tahun 1976, tetapi
mereka dikalahkan Southampton.
Mereka mencapai final lagi tahun
1977 dan mengalahkan Liverpool
2 –1. Didalam kesuksesan ini,
Docherty dipecat karena
diketahui memiliki hubungan
dengan istri fisioterapi.
Dave Sexton menggantikan
Docherty di musim panas 1977
dan membuat tim bermain lebih
defensif. Gaya bermain ini tidak
disukai suporter, mereka lebih
menyukai gaya menyerang
Docherty dan Busby. Beberapa
pemain dibeli Sexton seperti Joe
Jordan, Gordon McQueen, Gary
Bailey dan Ray Wilkins, namun
tidak dapat mengangkat United
menembus ke papan atas, hanya
sekali finis diurutan kedua, dan
hanya sekali lolos ke babak final
Piala FA, dikalahkan Arsenal.
Karena tidak meraih gelar, Sexton
dipecat pada tahun 1981,
walaupun ia memenangkan 7
pertandingan terakhirnya.
Dia digantikan manager
flamboyan Ron Atkinson.
Atkinson langsung memecahkan
rekor transfer di Inggris dengan
pembelian gelandang Bryan
Robson dari West Brom. Robson
disebut-sebut merupakan
pemain tengah terbaik
sepeninggal Duncan Edwards.
Tim Atkinson memiliki pemain
baru seperti Jesper Olsen, Paul
McGrath dan Gordon Strachan
yang bermain bersama Norman
Whiteside dan Mark Hughes.
United memenangkan Piala FA 2
kali dalam 3 tahun, pada 1983
dan 1985, dan diunggulkan
untuk memenangkan liga musim
1985–86 setelah memenangkan
10 pertandingan liga
pertamanya, membuka jarak 10
poin dengan saingan
terdekatnya sampai Oktober
1986. Penampilan United
kemudian menjadi buruk dan
United mengakhiri musim di
urutan 4 klasemen. Hasil buruk
United terus berlanjut sampai
akhir musim dan dengan hasil
yang buruk yaitu diujung batas
degradasi, pada November 1986,
Atkinson dipecat.
Era Alex Ferguson (1986–
sekarang)
Sebelum Treble (1986-1998)
Alex Ferguson (inset kiri) datang
dari Aberdeen untuk
menggantikan Atkinson dan
mengantarkan klub meraih
posisi 11. Musim berikutnya yaitu
musim 1987–88, United
menyelesaikan liga di posisi
kedua, dengan Brian McClair yang
menjadi pencetak 20 gol liga
setelah George Best.
United mengalami masa sulit 2
musim berikutnya. Dengan
pembelian pemain yang cukup
banyak, Ferguson tidak dapat
memenuhi harapan suporter.
Alex Ferguson telah berada
dalam bahaya pemecatan pada
awal 1990, tetapi sebuah gol dari
Mark Robins membawa United
menang 1–0 atas Nottingham
Forest dibabak ketiga Piala FA. Ini
membuat Ferguson
terselamatkan dan pada akhirnya
United memenangkan Piala FA,
setelah mengalahkan Crystal
Palace di partai ulang babak final.
United memenangkan Winners'
Cup Eropa di 1990–91,
mengalahkan juara Spanyol
musim itu, Barcelona di final,
tetapi mengecewakan di musim
berikutnya karena di liga mereka
kalah dari saingannya waktu itu,
Leeds United.
Kedatangan Eric Cantona dari
Leeds United di November 1992
merupakan sebuah langkah
krusial United saat itu. Cantona
cepat beradaptasi bersama
pemain bertalenta hebat lain,
seperti Gary Pallister, Denis Irwin,
Paul Ince serta bintang baru
yang mulai bersinar, Ryan Giggs.
Mereka mengakhiri musim
1992-1993 sebagai juara untuk
pertama kalinya sejak 1967.
Tahun berikutnya, musim
1993-1994 mereka
memenangkan liga dan Piala FA
untuk melengkapi Double
mereka yang sedikit banyak
terbantu pula oleh pembelian
Roy Keane, gelandang dengan
determinasi hebat, dari
Nottingham Forest. Pada 20
Januari 1994, United bersedih
karena legenda dan presiden
klub, Matt Busby, meninggal.
Musim 1994-1995, Cantona yang
emosional mendapatkan sangsi
skors 8 bulan karena
menendang seorang suporter
Crystal Palace yang mengejeknya
saat laga. Musim itu United hanya
menjadi runner up baik di liga
maupun di Piala FA. Awal musim
berikutnya, Ferguson membuat
berang fans United dengan
penjualan pemain-pemain kunci
untuk digantikan dengan
sederetan anak-anak muda hasil
binaan klub seperti David
Beckham, Gary Neville, Phil Neville
dan Paul Scholes. Seorang
jurnalis televisi terkenal, Alan
Hansen, sempat berujar “ Anda
tidak akan pernah dapat
memenangkan sesuatu dengan
anak-anak muda”. Kenyataannya,
anak-anak muda Ferguson
tersebut justru tampil mengkilap
bagi United dan bahkan terpilih
masuk tim nasional Inggris.
Hebatnya, United mendapatkan
Double nya lagi di musim
1995-1996, ini adalah kali
pertama sebuah klub Inggris
bisa dalam 2 tahun berurutan
mendapatkan gelar ganda, yang
kemudian muncul istilah “Double
Double”.
Mereka memenangkan lagi liga
Premier musim 1996–97 dan Eric
Cantona menyatakan pensiun
dari sepak bola profesional pada
usia.. 30! Manchester United
mengawali musim 1997–98
dengan baik, tetapi mengakhiri
liga pada posisi dua klasemen,
dibawah pemenang dua gelar,
Arsenal.
Treble dan Berjaya(1998-1999)
Musim 1998-1999 Manchester
United bukan hanya musim yang
paling sukses dalam sejarah
United tetapi juga dalam sejarah
semua klub Inggris. United
memenangkan Treble – juara liga
Premier, juara Piala FA dan juara
Liga Champions Eropa dalam satu
musim. United berhasil
memenangkan liga pada
pertandingan terakhir melawan
Tottenham Hotspur dengan skor
2–1, ketika Arsenal menang 1–0
atas Aston Villa. Memenangkan
liga Premier disebut Ferguson
adalah bagian yang tersulit. Piala
FA mereka rengkuh setelah di
final menghantam Newcastle
dengan skor 2-0. Pada
pertandingan terakhir mereka
musim itu, pertandingan Final
Liga Champions Eropa 1999,
mereka mengalahkan Bayern
Munich, pertandingan tersebut
disebut-sebut sebagai comeback
terbaik yang pernah ada,
ketinggalan 0-1 sampai dengan
injury time dan mencetak gol dua
kali di menit-menit terakhir
untuk memastikan kemenangan
dramatis 2–1. Manchester United
juga memenangkan Piala
Interkontinental (Piala Dunia
Antar Klub) setelah mengalahkan
Palmeiras 1–0 di Tokyo.
Setelah Treble (1999–sekarang)
United memenangkan liga tahun
2000 dan 2001, tetapi mereka
gagal meraih kembali trofi
kompetisi Eropa. Pada tahun
2000, Manchester United
menjadi salah satu dari 14
pendiri kelompok G-14. Ferguson
mengadopsi gaya permainan
bertahan dan tetap gagal di
kompetisi Eropa dan United
menyelesaikan liga pada urutan
ketiga klasemen. Mereka meraih
kembali gelar liga musim
berikutnya dan memulai musim
dengan sangat baik, namun
penampilan mereka memburuk
ketika Rio Ferdinand menerima
skorsing 8 bulan karena gagal
dalam tes doping. Tahun 2004,
mereka memenangkan Piala FA,
setelah mengalahkan Millwall.
Musim 2004-05, produktivitas
gol United berkurang, yang
disebabkan oleh cederanya Ruud
van Nistelrooy dan United
menyelesaikan musim tanpa
meraih satu gelar pun. Kali ini,
Piala FA dimenangkan oleh
Arsenal yang mengalahkan
United melalui adu penalti. Di luar
lapangan, cerita utamanya adalah
kemungkinan klub diambil alih
oleh pihak luar dan pada akhir
musim, Malcolm Glazer, seorang
pengusaha asal Amerika Serikat
yang juga pemilik klub American
football NFL Tampa Bay
Bucaneers, telah memiliki
kepemilikan United.
United melakukan awal buruk
pada musim 2005–06, kapten
tim Roy Keane pergi untuk
bergabung dengan Glasgow
Celtic setelah ia mengkritik
pemain United lainnya yang ia
rasa tampil tanpa loyalitas dan
determinasi. MU kemudian gagal
melewati babak knock-out Liga
Champions untuk pertama
kalinya selama satu dekade
setelah kalah dari tim asal
Portugal, Benfica. Musim ini
adalah musim yang buruk bagi
United karena pemain kunci
mereka seperti, Gabriel Heinze,
Alan Smith, Ryan Giggs dan Paul
Scholes cedera. Mereka hanya
meraih satu gelar musim itu,
Piala Liga, mengalahkan tim
promosi Wigan Athletic dengan
skor 4–0. United memastikan
tempat di urutan kedua
klasemen liga dan lolos otomatis
ke Liga Champions setelah
mengalahkan Charlton Athletic 4–
0. Akhir musim 2005–06, satu
dari penyerang kunci, Ruud van
Nistelrooy, meninggalkan klub
dan bergabung dengan Real
Madrid, karena hubungannya
dengan Alex Ferguson retak.
Musim 2006-07 Ferguson mulai
memperlihatkan lagi gaya
permainan United yang
menyerang seperti pada dekade
90-an, mencetak 20 gol lebih di
32 pertandingan. Pada Januari
2007, United mendapatkan
Henrik Larsson dengan status
pinjaman selama 2 bulan dari
Helsingborgs, dan pemain itu
memiliki peran penting dalam
pencapaian United di Liga
Champions, dengan harapan
meraih Treble kedua; namun
setelah mencapai babak semi-
final, United kalah dari A.C. Milan
3–5(agregat).
Dalam perayaan ke-50
keikutsertaan Manchester United
dalam kompetisi Eropa, dan juga
perayaan ke-50 dari Treaty of
Rome, Manchester United
bertanding melawan Marcello
Lippi dan tim Eropa XI di Old
Trafford pada 13 Maret 2007.
United memenangkan
pertandingan 4–3.
Empat tahun setelah gelar
terakhir mereka, United meraih
kembali gelar juara liga pada 6
Mei 2007, setelah Chelsea
bermain imbang dengan Arsenal,
meninggalkan the Blues tujuh
poin dibelakang dengan
menyisakan 2 pertandingan,
diikuti kemenangan United 1–0
dalam derby Manchester hari
sebelumnya, mengantarkan
United ke gelar kesembilan
Premiership-nya dalam 15 tahun
eksistensinya. Namun, mereka
tidak dapat mencapai double
keempat mereka, karena Chelsea
mengalahkan United 1-0 di final
Piala FA 2007 yang berlangsung
di Stadion Wembley yang baru.
Pada 11 Mei 2008, United
kembali meraih gelar liga setelah
mengalahkan Wigan 2-0 di
pertandingan terakhir untuk
memastikan gelar tersebut,
disusul gelar Liga Champion pada
tanggal 21 Mei 2008 yang diraih
dengan mengalahkan Chelsea
6-5 di final melalui adu penalti
setelah bermain seri 1-1.
Pada pra musim kompetisi
2009-2010, United menerima
tawaran Real Madrid atas pemain
bintang mereka Cristiano
Ronaldo dengan harga £80 juta.
Penjualan ini sekaligus
merupakan rekor termahal
pemain dunia saat itu.
Prestasi
Juara Liga: 1908, 1911, 1952,
1956, 1957, 1965, 1967, 1993,
1994, 1996, 1997, 1999, 2000,
2001, 2003, 2007, 2008, 2009
Juara Piala FA: 1909, 1949,
1963,1977, 1983, 1985, 1990,
1994, 1996, 1999, 2004
Juara Piala Liga: 1992, 2006
Juara Liga Champions: 1968,
1999, 2008
Juara Piala Winners: 1991
Juara Piala Dunia Klub: 1999,
2008
Juara Piala Super: 1991


SUMBER : SOCCERMETRO.COM/KLUB/MANCHESTER-UNITED/PROFIL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar