Sabtu, 02 April 2011

Kisah Paling Mengharukan

Cinta Sejati
Pada postingan kali ini, saya akan memberikan satu cerita
kisah paling mengharukan
dimana ada salah satu suami
yang sangat mencintai istrinya
dan inilah cinta sejati yang paling
sejati. Penasaran dengan kisah
paling mengharukan yang akan
saya ceritakan ? simak berikut
ini…
Kisah Paling Mengharukan
Eko Pratomo Suyatno, siapa yang
tidak kenal lelaki bersahaja ini?
Namanya
sering muncul di koran, televisi,
di buku-buku investasi dan
keuangan.
Dialah salah seorang dibalik
kemajuan industri reksadana di
Indonesia
dan juga seorang pemimpin dari
sebuah perusahaan investasi
reksadana
besar di negeri ini.
Dalam posisinya seperti sekarang
ini, boleh jadi kita beranggapan
bahwa pria ini pasti super sibuk
dengan segudang jadwal padat.
Tapi dalam note ini saya tidak
akan menyoroti kesuksesan
beliau sebagai eksekutif. Karena
ada sisi kesehariannya yang luar
biasa!!!!
Usianya sudah tidak terbilang
muda lagi, 60 tahun. Orang
bilang sudah senja
bahkan sudah mendekati malam,
tapi Pak Suyatno masih
bersemangat
merawat istrinya yang sedang
sakit. Mereka menikah sudah
lebih 32
tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
Dari isinilah awal cobaan itu
menerpa, saat istrinya
melahirkan anak yang ke
empat. tiba-tiba kakinya lumpuh
dan tidak bisa digerakkan. Hal itu
terjadi selama 2 tahun,
menginjak tahun ke tiga seluruh
tubuhnya
menjadi lemah bahkan terasa
tidak bertulang, lidahnyapun
sudah tidak
bisa digerakkan lagi.
Setiap hari sebelum berangkat
kerja Pak Suyatno sendirian
memandikan, membersihkan
kotoran, menyuapi dan
mengangkat istrinya ke tempat
tidur. Dia letakkan istrinya di
depan TV agar istrinya tidak
merasa kesepian. Walau istrinya
sudah tidak dapat bicara tapi
selalu terlihat senyum. Untunglah
tempat berkantor Pak Suyatno
tidak terlalu jauh dari
kediamannya, sehingga siang
hari dapat pulang untuk
menyuapi istrinya makan siang.
Sorenya adalah jadwal
memandikan istrinya, mengganti
pakaian dan selepas maghrib dia
temani istrinya nonton televisi
sambil menceritakan apa saja yg
dia alami seharian. Walaupun
istrinya hanya bisa menanggapi
lewat tatapan matanya, namun
begitu bagi Pak Suyatno sudah
cukup menyenangkan. Bahkan
terkadang diselingi dengan
menggoda istrinya setiap
berangkat tidur. Rutinitas ini
dilakukan Pak Suyatno lebih
kurang 25 tahun. Dengan penuh
kesabaran dia merawat istrinya
bahkan sambil membesarkan ke
4 buah hati mereka. Sekarang
anak- anak mereka sudah
dewasa, tinggal si bungsu yg
masih kuliah.
Pada suatu hari…saat seluruh
anaknya berkumpul di rumah
menjenguk ibunya karena
setelah anak-anak mereka
menikah dan tinggal bersama
keluarga masing-masing Pak
Suyatno memutuskan dirinyalah
yang merawat ibu mereka
karena yang dia inginkan hanya
satu ‘agar semua anaknya dapat
berhasil’.
Dengan kalimat yang cukup hati-
hati, anak yang sulung berkata:
“Pak kami ingin sekali merawat
ibu, semenjak kami kecil melihat
bapak
merawat ibu tidak ada
sedikitpun keluhan keluar dari
bibir bapak ……bahkan bapak
tidak ijinkan kami menjaga ibu.”
Sambil air mata si sulung
berlinang.
“Sudah keempat kalinya kami
mengijinkan bapak menikah lagi,
kami rasa ibupun akan
mengijinkannya, kapan bapak
menikmati masa tua bapak,
dengan berkorban seperti ini,
kami sudah tidak tega melihat
bapak, kami janji akan merawat
ibu sebaik-baik secara
bergantian ”. Si Sulung
melanjutkan permohonannya.
”Anak-anakku…Jikalau
perkawinan dan hidup di dunia
ini hanya untuk nafsu, mungkin
bapak akan menikah lagi, tapi
ketahuilah dengan adanya ibu
kalian di sampingku itu sudah
lebih dari cukup,dia telah
melahirkan
kalian ….*sejenak
kerongkongannya tersekat*…
kalian yang selalu
kurindukan hadir di dunia ini
dengan penuh cinta yang tidak
satupun
dapat dihargai dengan apapun.
Coba kalian tanya ibumu apakah
dia
menginginkan keadaanya seperti
ini ?? Kalian menginginkan bapak
bahagia, apakah bathin bapak
bisa bahagia meninggalkan
ibumu dengan
keadaanya seperti sekarang,
kalian menginginkan bapak yang
masih diberi
Tuhan kesehatan dirawat oleh
orang lain, bagaimana dengan
ibumu yang
masih sakit.” Pak Suyatno
menjawab hal yang sama sekali
tidak diduga
anak-anaknya
Kisah Paling Mengharukan
Sejenak meledaklah tangis anak-
anak Pak Suyatno, merekapun
melihat
butiran-butiran kecil jatuh di
pelupuk mata Ibu
Suyatno..dengan pilu
ditatapnya mata suami yang
sangat dicintainya itu ……
Sampailah akhirnya Pak Suyatno
diundang oleh salah satu stasiun
TV swasta untuk menjadi nara
sumber dan merekapun
mengajukan pertanyaan kepada
Pak Suyatno kenapa mampu
bertahan selama 25 tahun
merawat Istrinya yg sudah tidak
bisa apa-apa ….disaat itulah
meledak tangisnya dengan tamu
yang
hadir di studio kebanyakan kaum
perempuanpun tidak sanggup
menahan haru.
Disitulah Pak Suyatno bercerita :
“ Jika manusia di dunia ini
mengagungkan sebuah cinta
dalam perkawinannya, tetapi
tidak mau memberi waktu,
tenaga,
pikiran, perhatian itu adalah
kesia-siaan. Saya memilih istri
saya
menjadi pendamping hidup saya,
dan sewaktu dia sehat diapun
dengan
sabar merawat saya, mencintai
saya dengan hati dan bathinnya
bukan
dengan mata, dan dia memberi
saya 4 anak yang lucu-
lucu..Sekarang saat
dia sakit karena berkorban untuk
cinta kami bersama … dan itu
merupakan
ujian bagi saya, apakah saya
dapat memegang komitmen
untuk mencintainya
apa adanya. Sehatpun belum
tentu saya mencari penggantinya
apalagi dia
sakit …” Sambil menangis
”Setiap malam saya bersujud dan
menangis dan saya hanya dapat
bercerita
kepada Allah di atas sajadah..dan
saya yakin hanya kepada Allah
saya
percaya untuk menyimpan dan
mendengar rahasia
saya …”BAHWA CINTA SAYA
KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN
SEPENUHNYA KEPADA ALLAH ”.








SUMBER : http://radenbeletz.com/kisah-paling-mengharukan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar